Tuesday, October 14, 2008

Dedi H. Kusuma


@friendster
6 okt 08

Baru 4 halaman buku provokasi saya baca... saya ga mau terlalu cepat gila nanti cepat waras lagi... perlahan saja tapi pasti (pasti gilanya hehehe...)

Sonny

Sonny's review @ his friendster
http://www.friendster.com/ review.php?action=all&uid=7905339


Menemukan buku ini adalah sebuah pengalaman lain tentang kekuatan pikiran (The Law of Attraction) yang banyak disinggung dalam dua buku yang sebelumnya saya baca “The Secret” dan “Quantum Ikhlas”.
Dengan cover yang hitam legam dan judul yang mencolok, buku ini segera menarik perhatian saya ketika sedang gundah akibat angka penjualan yang mendadak anjlok terkait isu kenaikan BBM, sikap atasan yang ‘mentang-mentang boss’, dan sejumlah persoalan lain yang menumpuk.

Dengan niat akan membeli buku pertama yang menarik, apapun judulnya dan siapapun pengarangnya, pada suatu malam saya berbelok arah memasuki Toko Buku Gramedia. Berharap buku yang akan saya beli tersebut bisa menjadi obat penawar segala kegelisahan.. Nama penulisnya Prasetya M Brata, masih asing bagi saya, tetapi kutipan komentar dari Jalaluddin Rahmat, Rheinald Kasali, Dwiki Dharmawan dan Ira Maya Sopha di back-cover tampaknya cukup meyakinkan.

Buku setebal 244 halaman ini adalah kumpulan essay dari penulisnya mengenai betapa hidup ini sebenarnya lebih ditentukan oleh bagaimana pikiran dari masing-masing kita memandangnya. Sebagian besar adalah kisah-kisah yang dipetik dari pengalaman penulis sebagai seorang dosen, trainer, praktisi hypnotherapy.

Dengan gaya bahasa yang ringan dan terkadang ‘centil’, beliau mengajak kita mencerna ulang dan memaknai moment dalam hidup, memandang semua kejadian dengan perspektif baru yang lebih ringan, rileks dan arif. Mengutip Kang Jalal, buku ini membimbing kita memahami hakekat ikhlas, sukses, bahagia dlsb tanpa merasa digurui. Sering kali saya mengakhiri membaca sebuah topik sambil tertawa dan bergumam “Benerrr… !“

Karena panjang setiap tulisan rata-rata hanya 2-3 halaman, saya sangat merekomendasikan buku ini menjadi teman mengisi waktu menunggu jadwal kereta, menunggu giliran di antrian dokter gigi, atau sambil menunggu selesainya proses hair-coloring di salon langganan.

Fajar S. Pramono

http://fajarspramono.blogspot.com/2008/09/ pelajaran-besar-dari-hal-yang-kecil.html
Minggu, 7 September 2008


PELAJARAN BESAR DARI HAL YANG KECIL

Ada dua pembuktian yang bisa dilakukan buku ini, tentang betapa berharganya berbagai hal yang –mungkin– dianggap remeh oleh orang, tapi ternyata menyimpan sebuah kandungan ilmu yang besar.

Pertama, berkaitan dengan historical pemunculan buku ini sendiri. Kedua, tentang betapa luasnya ranah perenungan dan pencerahan diri yang bisa diperoleh dari berbagai hal atau peristiwa yang seolah “kecil” dan “remeh temeh” sifatnya.

Tentang kemunculan buku yang ditulis Prass –panggilan akrab kolega-kolega sang penulis; Prasetya–, buku dengan cover yang dinominasi warna hitam ini adalah akibat “provokasi” seorang Andrias Harefa, seorang penulis puluhan buku best seller, yang kebetulan juga telah menjadi kawan lama Prass. Berawal dari “sekedar” coretan-coretan pemikiran di blog barunya yang dipamerkan ke Andrias waktu itu, ia mendapat respon singkat lewat sms : ”Ada niat dijadikan buku?”

Sepele sekali tampaknya. Tapi perwujudannya kemudian adalah hal yang besar, di mana 87 coretan di antara ratusan coretannya menjadi bahan baku penyusunan buku ini.

Tentang pembuktian kedua, Prass berhasil menunjukkan kepada kita, bahwa hampir di balik seluruh peristiwa dalam keseharian, yang kadangkala membuat kita sedih ataupun bahagia, senantiasa tersimpan sebuah hikmah. Sebuah pelajaran, yang tentunya akan sangat berharga sebagai bekal perjalanan hidup kita pada langkah-langkah berikutnya.

Sebagai contoh, tentang Siapa Guru Siapa. Dari obrolan dengan sopir taksi yang ia tumpangi di kawasan macet Sudirman, ia mendapat pelajaran bahwa “guru” seseorang seringkali adalah obyek yang seolah “digurui”-nya. Saat itu sang sopir bercerita, bahwa ia bisa menjadi sopir yang “besar” dan sangat dipercaya oleh manajemen perusahaannya karena ia banyak belajar dari komplain, kritik, saran, bahkan ekspresi tanpa senyum para penumpangnya. Hal-hal itulah yang membuat dia menjadi jauh lebih profesional dibanding keadaannya empat tahun lalu, ketika ia mulai bekerja di perusahaan taksi tersebut.

So, dalam kasus yang lain, bisa jadi guru seorang dokter adalah pasien, guru penjual adalah pembeli, guru pemasar adalah konsumen, guru pemimpin adalah anak buah, guru pemerintah adalah rakyat, guru dosen adalah mahasiswa, guru guru adalah murid… (hal 13).

Atau dari “keseriusan”-nya memasang taglineHormatilah Orang yang TIDAK Berpuasa” pada pesan status Yahoo Messenger-nya. Dari “protes” seorang kawannya, Prass menulis panjang lebar, bahwa seringkali kita serta merta menganggap sesuatu yang ”aneh” atau “berbeda” sebagai sesuatu yang “salah”, atau minimal ”tidak lazim”. Padahal, yang “salah” atau “tidak lazim” itulah yang bisa jadi lebih benar.

Dari persoalan yang demikian, Prass bisa mengangkatnya sebagai bahasan mendalam mengenai sebuah ”mainan” bernama tafsir (hal 54). Luar biasa.

Masih dari persoalan yang sama, pikiran cerdas Prass melihat, bahwa ”protes” seorang kawannya tadi juga menunjukkan bahwa sudah lama kita (dalam case tersebut adalah muslim) tidak terlatih untuk bertanggung jawab.

Jika untuk mendapat buah kita harus menanam dulu, jika untuk mendapat nafkah kita harus bekerja dulu, jika untuk mendapat kepercayaan dari atasan kita harus membuktikan hasil kerja dahulu, maka, kalau kita ingin dihormati oleh orang yang tidak berpuasa, mengapa kita tidak menghormati dulu orang yang tidak berpuasa? (hal 56)

Ya. Masih banyak lagi bahan-bahan perenungan yang bisa kita peroleh dari Prass. Sebagai buku yang terbit dari ”sekedar” blog, ini buku luar biasa. Daya kritisme dan kemampuan pengungkapan Prass dengan cara yang lugas tapi santun, menjadi kelebihan isi buku ini. Tak berlebihan jika Jalaluddin Rahmat –yang turut memberi pengantar dalam buku ini—mengatakan, ”Kita dibimbing Mas Pras tanpa merasa digurui....”

Kalau mau dilakukan penggolongan terhadap buku ini, buku ini bisa masuk dalam kategori buku pengembangan diri, karena di dalamnya terdapat banyak pencerahan. Buku ini juga bisa dianggap ”buku agama”, karena tak sedikit bahasan tema yang mengarah dan bersumber dari kehidupan Prass sebagai seorang muslim taat. Namun, jika akan digolongkan kepada sekedar ”buku harian”, maka ia pun akan menjadi buku harian yang bermanfaat bagi pembacanya.

Menariknya, tema-tema yang diusung Prass adalah tema-tema yang sangat erat dengan keseharian kita. Tanpa memaksakan diri menggunakan kalimat dan frasa-frasa yang sok ilmiah atau sok intelek, buku ini justru mampu bertutur secara jujur. Apa adanya. Namun, kesederhanaan penyampaian inilah yang justru diyakini bisa membawa kepada tujuan penerbitan buku ini. Yakni, membuat orang berkaca. Membuat orang merenung.

Lepas dari keunggulan, tentu terdapat kekurangan, kendati lebih merupakan kelemahan klasik sebuah buku kumpulan tulisan. Tema yang meloncat-loncat dan terlampau variatif, adalah kekurangan klasik itu. Karena itu pula tampaknya, penyusun dan penerbit lebih memilih judul buku dari aspek semangat dan tujuan pembuatan buku, dibanding dari onggokan tema atau materi isi buku itu sendiri.

Untuk siapa buku ini? Meminjam endorsement Andrias Harefa, buku ini memang cocok untuk orang ”gila” sekaligus beriman. ”Gila” karena adanya kejelian menangkap hikmah di balik peristiwa, dan ”beriman” karena sesungguhnya isinya merupakan ”dakwah” yang lekat dengan nuansa religius, di mana hanya orang beriman-lah yang mau belajar darinya.

***

Salam buku,
Fajar S Pramono

Friday, October 10, 2008

Adi Purnomo


@friendster, 27 Mei 2008

Assalamu'alaikum Mas,

PRO
VOK
ASI

nya mencerahkan Mas...
menyingkirkan debu yg melekat erat menutup dinding nurani...
tinggal aku terusin aja dengan "bersih bersih" tiap hari...hehehe...jadi bisa jalani hidup "dengan" (bukan "agar") bahagia.

Sari Lenggogeni


@friendster, 22 Juli 2008

emang bener sang provokator menyulut fikiran abstrak yang selama ini tidak tersentuh :),,wah,,bangganya aq supervisor thesis ku sekarang jadi bestseller untuk buku perdananya :)) WOM di Padang rie yang jalani pak,tenang,mulai dari spupu2 yang gede2 mulut, mahasiswa2 segala penjuru akan di provokasi-kan untuk baca buku bapak (mudah2an ga modal minjem punya aku -- hehehe) satu kritik yg ditrima,,utk ukuran mahasiswa ...minta discount donk,,,hahhaha,,,Wish u All the bEsttttt !!!!

Tutut Dyan Priscilla


@friendster, 10 Juli 2008

mAs PraSS pA kAbR..
bUkU pRoVoKasI...
MeMaNg SuNgguH lUaR BiASa...
wAh TinGGaL fOtOnYa BaREnGaN mAS pRaSS nIe...
kAyK fOtO yG dI f.s...

Fika Kennedi

@friendster. 12 Agustus 2008

mas pras...bagaimana kabarnya......aku punya cerita....waktu adiku ke kalimantan saat baca buku mas prass...dipesawat ada yang mau minta sampai mohon2 hehehhehe adiku ya ngga kasih coz buku provokasinya ada tanda tangan mas pras ....duhh sampai dipesawat bukunya mas pras dibutuhkan orang....mas thanx y dah kasih buku saat " bedah buku" aku bangga aja buku punya yang sdah ditanda tangan .....kasih info y mas kalo ada buku baru...thanx


@friendster. 30 mei 2008

mas.....buku PROVOKASINYA.....membuat aku kesentil sentil ehhehhehehheh.....bagus banget!!sukses mas.....ditunggu buku selanjutnya.......!!

Ihsan


@friendster, 7 September 2008


mas Pras (panggilan biar sok kenal) pkbr?

thx, Bukunya TRULLY INSPIRING...&benar2 memPROVOKASI..

tau gk, saya dapet info bukunya mas dr ne2k saiya hehehe....(dapet minjem euy..)

pdlh awalnya saya agak UNDER ESTIMATE dg buku itu, "apaan sih koq Provokasi" kirain isinya tentang politik2 gtu... eh ternyata... satu hari jg tamat tuh buku...pdhl biasanya buku2 motivasi laen kadang "cukup" membosankan :D

Dwihari (Aiko)


@friendster, 11 September 2008

Pak Pras, thx bwt talkshow seru Sabtu kemarin ya? Gara-gara talkshow itu, beberapa crew MGT (mudah-mudahan listeners-nya juga) jadi terprovokasi utk beli bukunya. Sukses terus ya... n sampai jumpa bln Oktober.



@friendster, 22 Juli 2008

Pak Pras, met kenal yee... Senang sekali bisa kenal dengan salah satu "racun otak" di Indonesia. Tapi apakah anda se-asyik tulisan anda?

Puput

@friendster, 9/11/2008

Pak Prass... keliatan gak di jidat saya ada cap ter"PROVOKASI"nya heheheheh
Sukses terus ya pa...

Dedi Tarsi

@friendster, 9/17/2008

Halo Pak

Buku Provokasi jadi salah satu Favoritku
Isinya sangat provokatif, tapi sangat bagus isinya
COntoh kasus diambil dari kehidupan sehari yang sengaja ato tak sengaja di jumpai setiap hari, tapi kadang kita tidak bisa mengambil nilai dari kasus itu.
But dengan buku provokasinya, semua di kupas tuntas...selamat...kita tunggu berikutnya...

Pokoknya sangat2222 provokatif tapi smart.

Wednesday, October 8, 2008

Human Capital Magazine


HC edisi 51 Juni 2008
Resensi
oleh : Rina Suci Handayani

Berbagai persepsi bermunculan ketika Anda membaca judul buku ini : Provokasi. Sebagian orang mengira ini adalah buku politik yang 'mengerikan'. Maklum, di tengah gencarnya demo BBM yang mewarnai hari-hari belakangan ini, Provokasi dikhawatirkan bisa memecah belah persatuan bangsa. Tidak sedikit pula calon pembaca yang mengernyitkan dahi manakala mendengar judul buku ini. Justru, di situlah keunikannya. Provokasi adalah kumpulan kisah-kisah yang terinspirasi dari pengalaman keseharian penulisnya, Prasetya M Brata. Isinya tentang beragam cerita ringan dan segar, namun mampu mengajak pembacanya berpikir kritis, kadang menyentil dan membuat hati luluh lantak.

Gaya menulis yang mengalir menggambarkan kepribadian sang penulis. Karakter sang provokator yang kuat mampu membawa pembaca menjadi pemain utama dalam berbagai episode cerita. Dalam hal ini, Prasetya kelihatan lihai merangkai kata dan berbagi pengalaman yang membuat pembacanya bangun dan berpikir. Harus diakui, kita sering melupakan hal-hal kecil dalam keseharian. Padahal, hal kecil itulah puzzle hidup yang akan merangkai sebuah gambar raksasa tentang perjalanan hidup seorang manusia. Dunia hypnosis yang didalami sang penulis menjadi referensi mengejutkan bagi pembaca. Dengan lugas penulis membuka tabir yang selama ini tanpa disadari selalu menjadi momok yang tabu untuk diulas : mitos. Alhasil, mitos bukan lagi tabir penghalang setelah buku ini selesai dibaca. Anda akan jauh lebih optimis dan mengakui bahwa hanya ada satu kekuatan yang Maha Kuat, yaitu Sang Khalik.

Dilihat dari jenis bukunya, sebenarnya Provokasi tidak terlalu istimewa. Ini hanya salah satu jenis buku motivasi yang jamak beredar di pasaran. Harap diingat, tidak tabu untuk memulai membaca dari tengah atau belakang karena ini bukan novel atau cerpen yang harus dibaca dari halaman depan. Bagi yang rajin membaca buku jenis motivasi, Provokasi kadang terasa menjemukan karena tidak sedikit tulisan yang terlalu pendek. Bahkan, beberapa tulisan terkesan sama dengan yang ada di halaman-halaman lain. Hanya pelaku dan latar belakangnya saja yang berbeda.

Kendati demikian, respons pembaca terhadap Provokasi tidak terlalu mengecewakan. Judulnya yang dinilai menantang justru menjadi daya pikat utama dan isinya yang penuh kejutan tidak membuat Anda menyesal merogoh kocek untuk mengoleksi buku ini bagi perpustakaan pribadi Anda. Akhirnya, siapapun anda, pekerjaan, usia, dan kepentingan Anda, silakan berbagi peran dalam setiap scene yang disuguhkan Prasetya. Ini adalah buku yang patut mendapat jatah waktu dan anggaran belanja Anda. Siapa tahu Anda akan jauh lebih lihai memprovokasi dibandingkan penulisnya sendiri.

Ana Mustamin


http://www.ryanamustamin.com/2008/ 08/kronik-pasar-kepada-pecinta-buku/
August 28th, 2008

DEAR,

Saya mau berbagi cerita. Jangan bilang ini cerita basi, ya. Wong saya memang bukan wartawan yang harus melaporkan berita terkini, teraktual. Saya ingin berkisah tentang dua buku yang belum lama ini diluncurkan di pasar. Buku pertama, judulnya “Lanang”, ditulis Yonathan Rahardjo. Buku kedua, bertajuk “Provokasi”, ditulis Prasetya M. Brata.

Saya cerita buku pertama dulu.

Beberapa bulan lalu, tepatnya 23 Mei 2008, saya mampir ke Galeri Cipta 3, TIM. Eh, bukan mampir ding. Sengaja. Bahkan curi waktu, lari dari kantor. Itu karena saya pernah janji pada diri sendiri akan hadir di peluncuran “Lanang”.

Sampai dibela-belain begitu? Iya. Pertama, karena Mas Yo, penulisnya, adalah sosok yang saya kenal. Kedua, pada dasarnya saya juga pelahap buku - momen peluncuran atau diskusi buku terlalu menarik untuk diabaikan. Ketiga, karena ini buku sastra.

Dewi Meinarti


To:

smp13-84@yahoogroups.com

CC:

utibrata@yahoo.com

From:

meinarti_d@id.smbc.co.jp

Date:

Fri, 25 Apr 2008 08:48:48 +0700

Subject:

[smp13-84] Provokasi...hebat euy !!

Prass..

two thumbs up !!

pulang dari ketemuan sama Uti dll sampai di rumah jam setengah sepuluh,
setelah mandi, sholat dan udah santai, tadi malam itu
rencananya gue mau baca serius...tapi maklumlah, ibu 3 anak...jadi baru
sepintas eh diprotes suami karena anak2 mau makan, bikin PR,
minum obat...halaaah !!! belum lagi persiapan sunah rosul... (upss..)

tapi waktu gue lagi buka2 daftar isinya, gue tersentak ada judul "Berguru
pada Yoyo' "... gue buka... dihalaman 229.... giilleee....
sebelumnya gue pernah baca kata2 ini di milis...enggak nyangka ternyata itu
adalah kisah hidup Padmono "yoyo' " yang inspiratif banget buat Prass...
salut buat Yoyo' juga dari gue !! (waktu SMP gue ngeri deketin cowo2 ini...
abis tukang beler....ternyata sekarang pada hebat semua...)
yo, jangan lupa minta bagian royalti nya !!! hahaha..

adalagi cuplikan kisahnya Cepi, kutipan kalimatnya Dani -DaTum- Tumbelaka
yang sama prass di jadikan inspirasi untuk menulis..
sama komentarnya Ira Maya yang katanya proud of you, prass....(gue enggak
mau bilang gini lagi..takut kenarsisannya bertambah parah !!)

lebih hebat lagi marketing lo yang notabene bininya ndiri.....yang
promosinya pake sistem "nice try..." waktu di sodorin, gue kira
gratis...taunya. ..ehm...
tapi boleh lah buat edisi pertama...nanti di reuni gue bayar ya.. diskonnya
jangan cuma 5 ribu perak dooong !!!!

info buat temen2 semua, buat gue buku lo boleh lah.. pantas di
beli...pantas di koleksi..... eh tentu aja pantas -tepatnya bagus- untuk
dibaca dan di renungi...
gue sendiri Insya Allah mau beli satu lagi buat ngasih ke sahabat di
kantor.....
design depannya by DaTum juga bagus kok dan !! kapan2 bikinin design untuk
box kue2 gue ya ... (hahahaha... )

sekian resensi dari korban pertamanya Prass-Uti..

Riri Satria


http://www.ririsatria.net/2008/ 05/01/provokasi-by-prasetya-m-brata/


Yesterday, I got a book from my friend, Prasetya M. Brata, and this is his first book, titled "Provokasi" or "Provocation" in English. Thank you PRass ! This is a compilation of his various articles published on his blog. PRass is a friend, a nice person to discuss with, and also business partner.

From his blog : "Saya sendiri juga baru jadi penulis pemula. Buku ini adalah karya perdana ... "Pasang niat, duduk di depan laptop, baca 'Bismillah', lalu ketik huruf pertama, nanti kan jadi buku ..." (Prass' blog .. click here)

I knew him a few years ago as a marketing person, with lots of marketing ideas. That was when I was assigned as consultant for strategic management process at AJB Bumiputera 1912, the eldest and largest life insurance provider in Indoensia. He is a lecturer in marketing management at Master of Management program University of Indonesia. Then Prass promoted to become the Chairman of Dharma Bumiputera Foundation, and I guess he is the youngest chairman that ever be there in the history. That is why, sometimes I call him as "Mr Chairman".

I could see a shifting process in his life, from a systematic marketing guy to a mental or mind provocation guy, where hypnosis, NLP, etc, are the main focus now. A few years-ago, when I talk with him, I heard the words such as 'strategy', 'marketing', 'selling process', etc ... but how, I hear "mental model", "unconscious mind", etc ...Wow Man, what a great shifting !

I believe this is a process for Prass to find the most fundamental aspects to made life more beautiful, more meanings, and to improve the life itself ... I enjoy reading this book, and found that Prass has something to say to make everything in life is getting better and better ...

Congratulations Prass ... and again, thank you for the book ... and we are waiting for the next ones, ... good luck Prass !

Yudistira S. Aji Soedarsono


Email kam-net@yahoogroups.com
Friday, 16 May 208

asww,
salam hangat

Buat temans yg tidak ikut acara launching buku PROVOKASI, saya beritakan bahwa tadi malam adalah acara launching yang HEBAT!

Selain bukunya hebat, pengarangnya hebat, penerbitnya juga hebat, apalagi yang datang, hebat2.

Komentator resminya : Kang Jalaluddin, Bung Andrias Harefa, Mama Ira Maya Sopha, dan yang lebih hebat, Mas Kiman sang OB asli..

Meskipun terancam oleh mendung, tapi kata Bung PRASS, "Yakin aja, nggak hujan!". Maka, alhamdulillah nggak hujan, karena acaranya di taman yang semi open.

Yang asyik waktu para komentator ngomong:
Andrias Harefa bilang, "Ini buku gila! Cuma gini aja kok ya diterbitkan! Tulisannya pendek-pendek, satu atau dua halaman tiap bab.."

Ira Maya bilang, "Awalnya biasa aja waktu baca, tapi pas udah ditengah ada yang bikin tergugah.." (aku baru tahu klo Prass ternyata teman SMPnya Ira Maya).

Kang Jalal lebih banyak cerita tentang pertemuannya dengan Prass dan tentang Hipnosis. Dia bilang, "Saya muridnya mas Prass, dalam hal hipnosis, tapi murid yang paling sering mbolos.."

Mas Kiman cerita bahwa ketika dia diminta membaca buku ini pertama kali, dia bilang, "Pak Prass, nggak salah ini saya harus kasih komentar?"

Mas Kiman terlihat gugup soalnya duduk di samping Ira maya..

Pokoknya seru!

Saya cuma numpang satu pertanyaan tadi malam, "Tanggal berapa buku keduanya terbit?"
Prass bilang sambil nunjuk ke saya, "Wah .. itu provokator nomor satu!" :-)

Saya jadi ingat waktu kuliah dulu, senengnya nyari seminar yang gratisan di seputar kampus. Trus, nanti kalau ikutan seminar, ada satu rumus yang sy pake : SATU seminar harus bertanya SATU pertanyaan. Jadi harus ambil posisi yang strategis buat bikin "goal".

---- cut -- other topics

Lutfi Sriyono


Thursday, 15 May 2008.

buat : prens yg mo diprovokasi Prass ntar malem.

Ass, ane setelah baca undangan Prass jadi inget masa lalu kira-kira tahun 88 dimana Prass waktu ngajuin paper ujian kenaikan dari Penegak Bantara ke Penegak Laksana. Papernya berjudul Usaha Perbaikan Dalam Menangani Ujian Kenaikan Tingkat Penegak Bantara di Gudep Jakarta Selatan 1385-1386.

Yang hebatnya sejak dari SMA doi udah tertarik masalah motivasi, coba baca sedikit pendapat doi waktu itu : "pada hakekatnya ujian bantara di gudep 1385-1386 merupakan sarana belajar bagi yang terlibat di dalamnya. Penguji menguji adalah belajar, dan peserta ujian melaksanakan ujian adalah belajar pula, karena ujian tersebut tidak satu arah, ...." Bagi gw pribadi tulisan Prass sangat berharga en ampe hari ini masih gw simpen buat bahan ngebina di gudep lainnya (satya ku darmakan .... darma ku baktikan).

Yang diatas emang ngebuktiin Prass udah sejak jadul menyukai dan terus memperdalam masalah motivasi, so ... slamet atas penerbitan bukunya yang mo dirayain di Omah Sendok, dan kite-kite bangga setelah Aji ada Prass buat yang laen Insya Allah nyusul.

Wass.

Mellya Handayani

PROVOKASI PIKIRAN
Bedah Buku
Wednesday, 23 July 2008
http://bahanamahasiswa.org/index.php?option=com_content&task=view&id=430&Itemid=2


Mungkin ketika mendengar kata provokasi anda langsung berpikir tentang cara mempengaruhi pemikiran seseorang. Provokasi secara harfiah berarti menyulut. Prasetya M. Brata sang penulis buku yang berjudul Provokasi bisa menyulut api pikiran anda. Kisah-kisah kecil dan sederhana dirangkumnya menjadi sebuah pemikiran, langsung dapat kita simpulkan sendiri. Kalimat sederhana dan mudah dicerna, bisa membuat anda mudah tuk memahami setiap rangkaian peristiwa. Alur ceritanya pun sangat runut.

Manusia dalam pandangan Brata, dinilai dalam bentuk pengalaman pribadinya. Peristiwa yang biasa terlewatkan begitu saja oleh sebagian orang, malah dimaknai dengan sangat rinci oleh Brata. Seperti prasangka kita terhadap orang lain yang seharusnya tak perlu ada dalam pikiran kita. Atau kisah-kisah pilihan hidup dan resiko pekerjaan yang sering kita anggap sebagai musibah malah berubah menjadi anugerah. Hal itu menurutnya tidak mesti disikapi dengan buruk bahkan menjadi beban pikiran manusia.

Buku ini mendeskripsikan tentang realita peristiwa dengan pemikiran yang berkecamuk dalam manusia. Ia menamainya “Internal Pemikiran”. Meski pengalaman yang disajikannya berbeda, namun tetap dalam satu benang merah.

Sayang buku ini hanya berhenti pada pemikiran deskripsi yang ia rasakan saja. Sehingga pembaca hanya digiring ke dalam peta internal pemikiran sang pengarang buku.

Dalam buku ini ia berpesan, bahwa setiap pemikiran buruk yang ada dalam pikiran kita, merupakan ciptaan yang berasal dari diri kita sendiri. Provokasi juga menyadarkan bahwa peta internal manusia berada dalam diri manusia tersebut. Selamat membaca!

D Radio 103.4 FM










Laporan: Denok/Ghani/Nuning

[''Djakarta Pagi Ini'' Senin-Jum'at, 06.00-08.00 WIB & Sabtu, 06.00-09.00 WIB]

D listener, pagi ini kita semarakkan dengan bahasan JP tentang afirmasi provokasi, bersama Prasetya penulis buku Provokasi hingga jam 8 nanti, ditemani Gani dan Denok. Bila kita sudah memberi makanan fisik yang baik, kita juga harus memberi makanan positif untuk diri kita dengan kalimat kalimat mendukung yang juga positif yang akan menimbulkan semangat dan rasa percaya diri.

Jangan ijinkan siapapun melukai / menyakiti diri kita dengan kata kata mereka. Karena pikiran adalah Anugerah Tuhan yang harus kita optimalkan. Ada cara untuk mengafirmasi diri yaitu dengan melakukannya, karena melalui pengalaman, kemampuan kita mengafirmasi akan semakin meningkat. Bila kita mampu yuntuk merefleksikannya maka kita akan menemukan learning point.

Perbaiki diri kita dengan memperbaiki pikiran2 kita, secara otomatis hokum tarik menarik akan bekerja, alam akan memberi kita yang baik pula, kita akan menjadi magnet yang dapat menarik apapun dengan memperbesar kompetensi diri kita sendiri. (nuns)



Narasumber : Prasetya Brata

Samudro

SMS, 11/8, 07:11

Ass.Wr Wb, setelah baca buku dik Prass, yg ditulis perdana, eh kebetulan sy juga spndpt dg pndpt Kang Jalal bhw kebnykn kita lebih berorientasi berlebhn pd fiqih/ritual, smtra ajaran etika & moralnya ditinggalkan. Dmkn juga dgn pengalaman Bu Pam (almh) mngnai past life dan jga guru kehidupan lain spti Cak Nur (alm), dgn banyak guru-2 kehidupan, berarti Dik Prass bisa disebut seorang Perennialist. Wass.

H. Firdaus

SMS, 14/6, 20:15

Ass.p.Pras&Kel. smoga slalu dlm lindungan Allah SWT. stlh sy baca buku anda ada korelasi antara hikmah sy & sugesti anda namun sy blm bisa menggabungkan 2 unsur tsb. Alhamdulillah skiranya bpk sudi menunjukkan cara konsentrasi baik bila dalam tekanan hidup & saat yg kritis. trimksh

Moh. Arif Thamrin

SMS, 29/5, 08:52

Tpt waktu & sdg diperlukan kehidupan umat, gelitikan jeli & kemahiran 'bersepeda' perdalam Provokasi... Urat bangga atas kelihaian menuangkn pengalaman penuh makna. Teruskan + teriring do'a. Kata orang, 'life begins at 40' & good luck.

Berly (2)


Berly's Reviews @ his friendster, posted 5/21/2008

(lagi2 dalam bahasa, secara gw jarang baca buku bahasa Indo kalau ga kepepet.. hehe)
Buku yang fantastis utk pengembangan diri, perlu sekali dibaca, dan akan banyak membawa manfaat tidak saja bagi diri sendiri namun bagi masyarakat secara umum. Terutama di masa sekarang, dimana bangsa ini sedang mengalami krisis identitas akut dan dekadensi pola pikir yg kronis.

Sekali mulai baca, susah utk berhenti sebelum habis. Gw aja baca 4 jam non-stop sampe kurang tidur.. hehe dasar gw org katrok..

Gaya bahasanya sangat gamblang dan 'kini' jadi pasti ga susah utk dicerna. Dihantar dalam bungkus cerita2 dan pengalaman pribadi yg sangat mengena.

Ini membuktikan bahwa gw masih harus banyak belajar lagi utk bisa 'memasarkan' dengan teknik yg lebih jitu. Trims Pak Pras, sudah menghabiskan waktu saya utk sesuatu yg sangat inspiratif. Saya tunggu karya selanjutnya yg lebih canggih lagi ya. Sukses!

Berly

@friendster comment, 21 Mei 2008

(baru plg dr gramed lgsg ngebut baca smpe kelar skrg lgsg isi testi jam 2 pagi, huehuehue)

Dan hasilnya : Luarbiasa!!

Kalau ada yg menganggap judul 'provokasi' terlalu bombastis, maka menurut saya Pak Prass ini justru sedang merendah. Lha iya, karena buku ini lebih dari sekedar itu! Thanks utk telah me-refresh kembali pikiran saya, Pak.

Baca, dan rasakan...

Gaya bahasa dan tuturnya yg ringan membuktikan Bapak ini seorang marketer yang piawai, tahu sekali target pasarnya serta bagaimana 'pacing'nya. Kelihatan sih seperti gak terstruktur sama sekali, namun justru dibaliknya tersirat pola yang dahsyat dan brilian. Kadang intensi-nya dibiarkan mengalir dengan jujur, namun dibungkus sedemikian agar 'cantik'.

Buku ini sebuah karya yang matang secara konsep walau dikerjakan dalam waktu singkat. Pasti sukses, dan entah kenapa saya yakin sekali Pak Prass pasti akan mengagendakan seri lanjutannya (^_^)

Gak percaya? Itu pasti karena anda belum terprovokasi!

P.S: eniwei baswei, saya jadi tahu kenapa dulu bapak suka tugas MP saya. makdarit, hadiah modal tabungan beli mercy nya kudu saya balikin... karena itu artinya bapak subyektif... hehe. tapi nanti kapan2 aja kalo inget ya... hahaha

Dias

@friendster, 22 Mei 2008

wadouh pak.....
Makasih banget udah mau nge-add saya...!!!
Suatu kehormatan bagi saya di-add sama orang sepinter Pak Pras.....
Padahal saya cuma anak klas 3 SMP yang masih nggak tau apa-apa......
Bukunya keren abiez.....!!!
Udah bikin pikiran saya muter-muter.....
Skali lagi, terimakasih Pak!!!

PRO
VOK
ASI

is Great!!!

Galuh aka Meena

@ Uti Brata 's friendster, 2 Mei 2008

btw, kmrn tadi lagi sakit n bengong nyoba baca bukunya mas Prass. And you were right! I cry when reading the chapter about Raihan. Good book, nice thoughts.

Ga rugi deh dapet bukunya mas Prass. Tapi...psssttt jangan bilang2 dia ya, takut geer (^_^)

Rina Suci Handayani (2)


@friendster, 9 Mei 2008
Pak PrAsS,

PROVOKATOR yang bersahabat ...
Termasuk orang aneh sama kayak aku, hehe ...
Tapi biasanya yang aneh2 itu yang sukses, hihi:P
ya kan pak??

USAHA, YAKIN, trus IKHLAS..

lebih lanjut,
PROVOKASI bantu mengasah logika-ku..
Now, I start my day with word "HOW" and less of "WHY" ...

Learn much from you..
thanks to be my fren, sir ..

'nongSWET:D'

Sunny


@friendster, 29 April 2008

Assalamu'alaikum...
What a great book!
Wah, pak Pras, sy bnr2 salut n cnt mati ma "PROVOKASI"
Tnx a lot y, pak, berkat buku ini, mata n pkrn sy jd tbuka. Hmm, byk hal yg tyt sy lewatkn bgt saja mjd sangat b'arti n sy butuhkn.
Truzlah bkarya, pak Pras ! Wish u all d best

Cherry

@friendster, 8 Mei 2008

TOP bgt bukumu...bener2 terprovokasi hehehe..
Pokoke...terus berkarya ya..
Kapan nih ngajarin gw???hehehe

Ririe Artakusuma (4)


@ friendster, 21 Mei 2008

Provokasi ? Buku yang semakin memperkuat saya untuk merubah cara berfikir terhadap kehidupan. Prasetya M. Brata ? semua yang baik ada di dirinya walaupun yang jelek pasti juga ada, hehehe .. tapi lepas dari semua itu, betapa senang mengenal seorang Prass!!!